PERILAKU FLEXING DALAM AL-QUR`AN Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure

Tajalla, Nurun (2025) PERILAKU FLEXING DALAM AL-QUR`AN Kajian Semiotika Ferdinand De Saussure. skripsi thesis, STAI Al-Anwar.

[img] Text
HALAMAN AWAL.pdf

Download (5MB)
[img] Text
CURRICULUM VITAE.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB)

Abstract

Fenomena flexing atau pamer kekayaan dan status sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama dengan berkembangnya media sosial. Dengan bantuan media sosial perilaku flexing justru menjadi semakin banyak ditemui. Padahal dalam al-Qur‘an Allah telah melarang perbuatan tersebut. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanda dan struktur perilaku flexing dalam al-Qur`an serta mengungkap pesan atau makna flexing berdasarkan perspektif semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitis yang bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat flexing dalam al-Qur`an dengan menerapkan teori semiotika Ferdinand de Saussure yakni signifier-signified, sintagmatik paradigmatik, dan sinkronik-diakronik. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga ayat dalam al-Qur`an yang menggambarkan perilaku flexing yaitu Qs. Al-Baqarah [2]: 264, Qs. Al-Nisā [4]: 38, dan Qs. Al-Anfāl [8]: 47 dengan fokus pada redaksi ri`ā`a yakni tindakan pamer demi mendapat pengakuan manusia. Konteks pamer tersebut diklasifikasikan sebagai konteks sedekah, kesengajaan atas pengaruh setan, dan sosial. Makna flexing ditemukan sebagai perilaku pamer baik atas niat diri sendiri maupun pengaruh setan. Selain itu, redaksi ri`ā`a mengalami perluasan konteks yang semula berupa niat semata kemudian berkembang menjadi konteks moral-spiritual seperti bersedekah menuju fenomena sosial pamer amal dan harta yang dikenal sebagai flexing. Keyword: Ferdinand, Pamer, Semiotika

Item Type: Thesis (skripsi)
Subjects: Al-Qur’an dan Tafsir > Tafsir Kontemporer
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Program Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT)
Depositing User: Muhammad Sa'ad Alfanny
Date Deposited: 30 Dec 2025 05:08
Last Modified: 30 Dec 2025 05:08
URI: http://repo.staialanwar.ac.id/id/eprint/2181

Actions (login required)

View Item View Item